Trip to Osaka & Kyoto, Japan!

Hi There!

[Kali ini Jessica, salah satu Tim Picnic mau ngebagiin cerita waktu backpacking ke Osaka bersama rombongan keluarga.]

Osaka adalah sebuah kota di wilayah Kansai, Jepang. Selain sebagai ibu kota Prefektur Osaka, kota ini ditetapkan sebagai salah satu Kota Terpilih berdasarkan Undang-Undang Otonomi Lokal.  Osaka merupakan sebuah metropolis air yang dikenal dengan sungai-sungainya dan jumlah jembatan terbanyak di Jepang. Ada dua pusat kota di Osaka, yakni Umeda di sebelah utara, dan Namba di sebelah selatan. Kedua pusat kota ini dihubungkan oleh jalan utama yang bernama Midosuji. Kantor-kantor perdagangan, bank, dan konglomerat Jepang umumnya terpusat di sekitar Jalan Midosuji. Jalan Midosuji dikenal dengan pemandangan daun-daun pohon ginkgo yang menguning di musim gugur.

Penerbangan disana bisa menggunakan berbagai maskapai, namun karena kita orang Indonesia, maka utamakan maskapai nasional yang terbang kesana (hihihi). Kalau kamu mau ke Osaka di kondisi New Normal, berikut perkiraan harga tiketnya:

Kami pergi ke Osaka via Denpasar karena emang nyokap mau ketemuan sama temennya di Bali sebelum berangkat dan entah kenapa lebih enak aja lewat Bali dibanding Jakarta.
Mungkin karena emang hawanya uda liburan. Kami berangkat dari Bali malam hari dan keesokan harinya sudah sampai di Bandara Kansai di Osaka Jepang.

Hari 1:

Bandara Kansai

Begitu sampai di Jepang, kami langsung menuju daerah Namba untuk check in hotel. Untuk trip ini karena mengajak orang tua maka kami juga menyesuaikan untuk itinerarynya, dibuat sesantai mungkin dan tidak dikejar waktu. Untuk hotel, kami menginap di Karaksa Hotel di Jepang. Hotelnya bagus banget, kecil, simple, dan clean banget. Menu makanannya juga beragam. Kamu boleh cek hotel ini di link berikut https://karaksahotels.com/en/namba/

Reserpsionis
Ruang Makan
Kamarnya

Setelah check in di Hotel, kami beristirahat sejenak dan selanjutnya keluar untuk makan dan shopping. Karena hotel ada di pusat kota Osaka, maka kami tidak perlu jalan jauh-jauh setiap kali keluar hotel untuk menikmati atraksi-atraksi di Osaka.

Selanjutnya kami mengunjungi Shinsaibashi-Suji Shopping Street dimana keluarga bisa berbelanja produk-produk Jepang.

Setelah puas berbelanja, maka rombongan kembali ke Hotel dan bersiap untuk tur keesokan harinya.

Hari 2:

Setelah sarapan, kami segera bergegas untuk menuju Osaka Castle.

Benteng Osaka adalah bangunan dengan  delapan lantai dan setiap lantai memiliki pameran. Yang terbaik untuk pergi ke lantai delapan dengan Lift dan kemudian berjalan menuruni tangga untuk melihat pameran di setiap lantai.

・Lantai 8: Lantai ini memiliki tempat untuk observasi. Ada juga penampil stereoscope , alat yang berguna untuk menunjukkan “Pemandangan dari Naniwa” (nama lama untuk Osaka) yang stereoscopically menunjukkan pemandangan kota tua Osaka tua. Di Lantai delapan memiliki toko museum yang menawarkan souvenir Osaka. Ada toko museum lain terletak di lantai pertama, tapi lantai delapan menjual barang-barang yang berbeda dari yang di lantai pertama.

・Lantai 7 : Sebuah georama disebut “Karakuri Tako-ki” yang menjelaskan kehidupan Toyotomi Hideyoshi menggunakan patung-patung dan “Taiko-ki dengan fakta-fakta sejarah dan kisah nyata” yang dipamerkan.

・Lantai 6 adalah tempat koridor tanpa pameran

・Lantai 5: Menunjukkan bentuk dari miniatur dan panorama pemandangan kota Osaka. Natsu no Jin. 2 Panorama ditampilkan dan penjelasan tersedia dalam bahasa Jepang, Inggris, Cina dan Korea.

・Lantai 4: Pameran di lantai empat berubah setiap dua bulan dan rincian yang diposting di website Castle

・Lantai 3: Mirip dengan lantai empat, pameran pada perubahan lantai tiga di setiap dua bulan. Selain mereka, Ukuran Model Penuh Emas Tim Room, kamar tempat pembuatan teh Jepang dibuat oleh Toyotomi Hideyoshi diasempurnakan di dalamnya dengan ukuran sebenarnya dan ada juga bentuk miniatur dari Benteng Osaka di kedua Toyotomi dan Tokugawa era.

・Lantai 2: Lantai ini menunjukkan informasi dasar tentang Istana Osaka dan istana Jepang pada umumnya. Ini menunjukkan Shachihoko,seekor lumba-lumba yang luar biasa (sepasang yang secara tradisional digunakan untuk menghias atap-punggungan sebuah kastil Jepang) dan Fukko (harimau duduk) di Tenshukaku, menara kastil ditampilkan dalam ukuran sebenarnya replika. Jika kita membayar \ 300, kita dapat memakai helm perang atau pertempuran di surcoat.

・Lantai 1: Lantai pertama memiliki teater dan toko museum. Teater memainkan film tentang Toyotomi Hideyoshi dan Istana Osaka dengan sub judul dalam bahasa Jepang, Inggris, Cina dan Korea.

Osaka Travel: Osaka Castle (Osakajo)

Di sekitar Osaka Castle, ada banyak tanaman dan keluarga juga bisa memberi makan burung-burung.

Setelah puas berkeliling Osaka Castle, maka kami berjalan-jalan menuju HEP FIVE’s Ferring Wheels. HEP FIVE adalah kompleks komersial multiguna dengan jumlah penyewa yang banyak. Nama tersebut berasal dari singkatan Hankyu Entertainment Park (HEP) dan kompleks Hankyu Five yang semula berada di kawasan yang sama. Dengan tiga sub-level dan sepuluh lantai, HEP FIVE dipenuhi dengan butik-butik merek fashion yang ditargetkan untuk remaja dan wanita berusia 20-an. Secara total, ada lebih dari 170 toko di dalam gedung, termasuk toko aksesori, restoran gourmet, dan pusat hiburan.

Hop On The Red Osaka Landmark, HEP FIVE's Ferris Wheel | MATCHA - JAPAN  TRAVEL WEB MAGAZINE

Jadi sekalian jalan-jalan belanja, kami juga naik Ferris Wheelnya lho. Seru banget

Pemandangan dari Ferris Eheel

Selanjutnya, kami mengunjungi Dotonburi dan menikmati cahaya malam Osaka dekat dengan landmark Osaka sang running man Glico.

Kami juga pergi wisata kuliner dan mencoba Takoyaki dan Okonomiyaki dari Gurita. Enak loh.

Hari 3:

Kami mulai starting jalan-jalan lagi dengan mengunjungi sungai Tombori dan ikut tur Tombori River Cruise. Jadi disini kami menaiki kapal untuk menyusuri Sungai Tombori. Serunya adalah guide kapalnya adalah seorang nenek tua tapi semangatnya ngalahin yang muda-muda.

Setelah puas menyusuri Sungai Tombori, maka kami pergi ke Akuarium Osaka Kaiyukan. Kaiyukan adalah salah satu akuarium paling spektakuler di Jepang, terkenal di dunia karena penyajiannya yang inovatif. Kaiyukan menunjukkan hewan air di Lingkar Pasifik pada kondisi mereka yang paling hidup dan dinamis, dengan menciptakan kembali lingkungan alami habitat mereka. Di Kaiyukan ada lebih dari 15 tank besar, masing-masing menciptakan kembali wilayah tertentu di Lingkar Pasifik, membawa pengunjung dalam tur virtual Samudra Pasifik. Tank-tank itu termasuk, “Hutan Jepang”, yang menciptakan kembali hutan Jepang yang indah dan diterangi matahari; “Antartika” yang berselimut es dan bersalju; dan bagian tengah akuarium, “Samudra Pasifik,” sebuah tangki sedalam 9 m, panjang 34 m yang berisi 5.400 ton air, berfungsi sebagai rumah bagi hiu paus, spesies ikan terbesar di dunia.

Osaka Travel: Osaka Aquarium Kaiyukan

Setelah melihat berbagai biota laut cantik di Akuarium, maka kami menuju Tempozan Feeris Wheel yang letaknya berdekatan dengan akuarium. Tempozan Ferris Wheel yang akan diperkenalkan ini berada di dalam “Tempozan Harbor Village” yang merupakan tempat rekreasi terkemuka di Osaka. Untuk satu kali putaran, ferris wheel terbesar di Jepang yang punya tinggi 112,5 m dan diameter 100 m ini membutuhkan waktu 17 menit. Sejak dibuka pada tanggal 12 Juli 1997, ferris wheel ini telah menjadi simbol Tempozan Harbor Village yang disukai oleh penduduk Osaka.

sayangnya agak mendung waktu itu
Teluk Osaka dari Ferris Wheel

Hari 4:

Pagi hari, kami bertolak menuju Kota Kyoto dengan naik kereta sekita 1 jam perjalanan. DI Kyoto, tempat pertama yang kami kunjungi adalah Fushimi Inari.

Kuil Fushimi Inari (伏 見 稲 荷 大 社, Fushimi Inari Taisha) adalah kuil Shinto penting di selatan Kyoto. Tempat ini terkenal dengan ribuan gerbang torii berwarna merah terang, yang melintasi jaringan jalan setapak di belakang bangunan utamanya. Jalan setapak mengarah ke hutan berhutan di Gunung Inari yang suci, yang berdiri di ketinggian 233 meter dan termasuk dalam halaman kuil. Beruntungnya kami waktu itu sedang ada ibadah agama Shinto, jadi kami bisa melihat ritual ibadah walaupun kami dituntut untuk diam.

Selanjutnya, kami menuju Hutan Bambu Arashiyama yang terkenal. Disana juga banyak penjual pernak pernik Jepang seperti sandal kayu, payung, dsb yang penuh dengan ornamen dan hiasan khas Jepang.

Selanjutnya kami melanjutkan trip dengan naik Sagano Scenic Railway.

Kyoto Travel: Sagano Scenic Railway (Sagano Torokko or Sagano Romantic Train )

Kereta Sagano Scenic (嵯峨野 観 光 鉄 道, juga dikenal sebagai Kereta Romantis Sagano atau Sagano Torokko) adalah jalur kereta wisata yang membentang di sepanjang Sungai Hozugawa antara Arashiyama dan Kameoka. Kereta kuno yang menawan berjalan melalui pegunungan dengan kecepatan yang relatif lambat, membutuhkan waktu sekitar 25 menit untuk melakukan perjalanan tujuh kilometer dan memberikan penumpang pemandangan pemandangan yang menyenangkan saat mereka melakukan perjalanan dari Arashiyama melalui jurang berhutan dan menuju pedesaan Kameoka .

Selanjutnya, kami melanjutkan jalan-jalan di kota Kyoto dan mencicipi kuliner di Kyoto. Tak lupa berfoto di Kyoto Tower ya.

Hari 5:

Hari kelima, kami segera check out hotel lalu pergi menuju Bandara Kansa untuk kembali ke Indonesia. Kami juga terbang bersama Garuda Indonesia dimana selama penerbangan penuh dengan makanan. Tidur nyenyak, perut kenyang, tau-tau sampai Jakarta.

Sampai jumpa kembali Jepang!!! Arigatou Gozaimasu Japan!

Leave a comment